JAM  KERJA  SEKRETARIAT  GEREJA :       Selasa ~ Sabtu : 08.00 - 19.00,  Istirahat : 12.00 - 13.00            Minggu   : Pagi 07.00 - 10.00 , Sore 17.00 - 19.00.             LIBUR setiap Hari Senin dan Hari Libur Nasional           Telp : 6711509

Rabu, 02 Januari 2013

Hari 83 KGK

Hari   83

Artikel  4.   "YESUS KRISTUS... YANG MENDERITA SENGSARA DALAM PEMERINTAHAN PONTIUS PILATUS, DISALIBKAN, WAFAT DAN DIMAKAMKAN"

571.  Misteri Paskah salib dan kebangkitan Kristus adalah jantung warta gembira, yang harus disampaikan para Rasul - dan Gereja sebagai penerusnya - kepada dunia. Dalam kematian Putera-Nya Yesus Kristus, rencana keselamatan Allah terpenuhi "satu kali untuk selama-lamanya" (Ibr 9:26).

572.  Gereja tetap setia kepada penjelasan "seluruh Kitab Suci", yang Yesus sendiri berikan sebelum dan sesudah Paskah-Nya: "Bukankah Mesias harus menderita semuanya itu untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya?" (Luk 24:26) Bdk. Luk 24:44-45. Kesengsaraan Kristus mendapat bentuk historisnya yang konkret, karena "Ia ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala, dan ahli-ahli Taurat" (Mrk 8:31), yang "menyerahkan Dia kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya Ia diolok-olokkan, disesah dan disalibkan" (Mat 20:19).

573.  Supaya mengerti arti penebusan lebih dalam, iman dapat mencoba masuk ke dalam situasi kematian Yesus, yang disampaikan Injil-injil dengan setia Bdk. DV 19. dan dijelaskan oleh sumber-sumber sejarah yang lain.

Pasal  1.  YESUS DAN ISRAEL

574.  Sudah sejak awal kehidupan Yesus di muka umum, orang Farisi dan pengikut Herodes bersama para imam dan ahli Taurat bersepakat untuk membunuh Dia Bdk. Mrk 3:6.. Beberapa dari perbuatan-Nya (pengusiran setan Bdk. Mat 12:24., pengampunan dosa Bdk. Mrk 2:7., penyembuhan pada hari Sabat Bdk. Mrk 3:1-6., penafsiran-Nya yang bebas tentang ketahiran menurut hukum Bdk. Mrk 7:14-23., pergaulan mesra dengan para pemungut cukai dan pelacur Bdk. Mrk 2:14-17.) menimbulkan anggapan pada beberapa orang yang berkehendak jahat bahwa Ia dirasuki setan Bdk. Mrk 3:22;Yoh 8:48; Yoh 10:20.. Orang menuduh Dia bahwa Ia menghujah Allah Bdk. Mrk 2:7; Yoh 5:18; Yoh 10:33. dan bahwa Ia adalah nabi palsu Bdk. Yoh 7:12; Yoh 7:52., dua kejahatan melawan agama, dan untuk itu hukum menentukan hukuman mati dengan lemparan batu Bdk. Yoh 8:59; Yoh 10:31..

575.  Untuk para Pemimpin religius di Yerusalem, yang Injil Yohanes sering namakan sebagai "orang Yahudi" Bdk. Yoh 1:19; 2:18; 5:10; 7:13; 9:22; 18:12; 19:38; 20:19., banyak tutur kata dan perbuatan Yesus merupakan "tanda yang harus dibantah" (Luk 2:34), lebih daripada untuk Umat Allah yang biasa Bdk. Yoh 7:48-49.. Memang hubungan Yesus dengan orang Farisi tidak hanya bersifat polemik. Ada juga orang-orang Farisi, yang memperingatkan-Nya akan bahaya yang mengancam Bdk. Luk 13:31.. Yesus memuji beberapa dari mereka, umpamanya ahli Taurat dalam Mrk 12:34, dan Ia berulang-ulang bertamu ke rumah orang Farisi Bdk. Luk 7:36; 14:1.. Yesus mempertegas ajaran-ajaran yang diterima oleh elite religius Umat Allah ini: kebangkitan orang mati Bdk. Mat 22:23-34; Luk 20:39., bentuk-bentuk kesalehan (memberi sedekah, puasa, dan doa Bdk. Mat 6:2-18.), dan kebiasaan menyapa Allah sebagai Bapa, demikian pula tempat sentral cinta kasih kepada Allah dan sesama Bdk. Mrk 12:28-34..

576.  Dalam mata banyak orang di Israel, Yesus rupa-rupanya melanggar keyakinan mendasar dari bangsa terpilih itu:

  • melawan ketaatan kepada hukum dalam segala perintah yang tertulis dan, untuk orang Farisi, dalam penjelasan yang diberikan oleh tradisi lisan;
  • melawan tempat sentral kenisah Yerusalem sebagai tempat suci, tempat tinggal Allah secara khusus;
  • melawan iman akan Allah yang Esa, yang pada kemuliaan-Nya tidak seorang pun dapat mengambil bagian.

dikutip dari Katekismus Gereja Katolik 'KGK 1Thn'