JAM  KERJA  SEKRETARIAT  GEREJA :       Selasa ~ Sabtu : 08.00 - 19.00,  Istirahat : 12.00 - 13.00            Minggu   : Pagi 07.00 - 10.00 , Sore 17.00 - 19.00.             LIBUR setiap Hari Senin dan Hari Libur Nasional           Telp : 6711509

Senin, 23 Maret 2009

Pandanglah Wajah Allah!

Kotbah Minggu Prapaskah IV
Bacaan I : 2 Tawarikh 36 : 14-16,19-23.
“Murka dan belas kasih Tuhan dinyatkan dalam pembuangan dan pembebasan Israel”
Bacaan II : Efesus 2: 4-10
“Kita mati karena dosa, tetapi diselamatkan oleh rahmat”
Bacaan Injil : Yohanes 3: 14-21.
Allah mengutus PuteranNya untuk menyelamatkan dunia”

Judul Kotbah : Pandanglah Wajah Allah!
A.Ilustrasi:
Dua orang tukang bangunan pada hari itu mendapat tempat tugas yang berbeda. Yang satu bekerja di bawah: mengaduk semen, menyiapkan batu bata, kayu dll. Sedangkan yang ke dua bekerja diatas: memasang kuda-kuda, genting dll. Nah suatu ketika tukang yang bekerja diatas pingin memotong kayu tetapi gergajinya ketinggalan dibawah. Maka dia ingin minta bantuan temannya yang ada di bawah. Maka dia teriak-teriak dari atas minta tolong supaya temannya itu mengambilkan gergaji. Tetapi karna teman yang dibawah terlalu sibuk dengan pekerjaannya. Dia tidak mendengar suara teman yang ada diatas itu. Tukang yang diatas tidak putus asa. Dia coba berpikir apa yang bisa dilakukan untuk menarik perhatian temannya yang ada dibawah tersebut. Maka dia pikir “ Ah aku lemparkan saja uang didekat temanku itu. Kalau ia tahu ada uang jatuh didekatnya, dia pasti akan mencari tahu dari mana jatuhnya uang itu” Maka dengan penuh keyakinan dia melemparkan uang kedekat temannya itu. Tetapi apa yang terjadi. Ketika teman yang dibawah itu menemukan uang itu, ia bukannya mencari tahu siapa pemilik uang itu, dari mana asalnya. Eh malah… dengan diam-diam dimasukan dalam uang sakunya. Dia makin menyibukan diri supaya tidak ada yang mengira bahwa ia telah menemukan uang. Dalam hati ia berkata “lumayan nemu uang moga-moga tidak ada yang mencari…. Asyik”. Nah melihat hal ini tukang yang diatas jengkel, wah gimana ya caranya supaya ia mau mendengarkan suaraku. Dia tiba-tiba dapat ide. Dilemparnya tukang yang dibawah dengan pecahan genting. Dan melemparnya persis diarahkan kebagian kepala. Dan betul lemparan itu kena sasaran. Kena kepala tukang yang dibawah. Tukang yang dibawah begitu kena lemparan dikepala langsung bereaksi marah-marah. “Kurang ajar… siapa yang melempar kepalaku dengan batu. Awas tak sikat. Sambil nyari dari mana arah lemparan batu itu dan siapa yang melempar batu itu. Dan setelah ketemu, Ia teriak Eh brengsek lu ya…! Kurang kerjaan. Ngapain lu lempar batu ke kepalaku….Hah?? Pokoknya emosi banget. Tetapi teman yang diatas malah ketawa… Ha..ha… akhirnya aku berhasil menarik perhatianmu. Dari tadi aku mau minta tolong supaya kamu mengambilkan gergaji. Tetapi kamu terlalu sibuk dengan urusanmu. Berbagai macam cara sudah kutempuh untuk menarik perhatianmu. Aku teriak kamu tidak dengar. Kulempar dengan uang juga tidak berhasil. Setelah kulempar dengan batu kamu baru memalingkan mukamu kepada ku.

B.Pesan Ilustrasi:
Demikian juga dengan hidup kita. Betapa Allah ingin menyapa kita, mengungkapkan cintanya kepada kita. Tapi kerap kali kita tidak mau mendengarnya. Kita lebih suka sibuk dengan diri kita sendiri, dengan kesenangan-kesenangan kita. Kita baru memalingkan muka kepada Tuhan ketika kepala kita dilempar batu. Ketika kita kesakitan, menderita, mengalami kesulitan.

C.Relevansinya dengan bacaan-bacaan hari ini
Hal yang sama juga dialami oleh bangsa Israel, seperti yang dikisahkan dalam bacaan pertama. Disana dikatakan “ Tuhan, Allah nenek moyang mereka berulang-ulang mengirim pesan melalui utusan-utusanNya, karna Ia sayang kepada umatNya dan tempat kediamanNya. Tetapi mereka mengolok-olok utusan-utusan Allah itu, menghina segala firmaNya dan mengejek nabi-nabinya.” Allah sangat menyayangi mereka, tetapi mereka tidak mau menganggapi cinta kasih Allah. Maka Allah menempuh cara lain untuk menarik perhatian Israel. Allah menggunakan musuh Israel untuk memukul Israel. Tembok Yerusalem dirobohkan, isi kota dibakar dan dimusnahkan, penduduknya dibuang dan ditawan dinegara asing, dijadikan budak. Cara ini rupanya sangat mujarab untuk membuat Israel kembali berpaling kepada Allah. Betapa sering dalam hidup kita, kita seperti Israel. Kita baru berpaling dan bertobat setelah hidup kita “dilempar oleh Allah”. Yang jelas kisah Israel ini memberi pesan pokok betapa Allah ingin supaya umatNya selalu memandang cinta kasihNya. Allah tidak ingin umat berpaling daripadanya. Memandang cinta kasih Allah adalah keselamatan dan memalingkan wajah dari Allah adalah kehancuran. Oleh karena itupulalah maka Allah berkenan untuk meninggikan PutraNya, supaya orang yang memandang dan percaya kepadaNya akan memperoleh hidup yang kekal. Dengan memandang Putranya, Allah ingin supaya manusia hidup dalam terang dan tidak hidup dalam kegelapan.Inilah pesan pokok yang disampaikan oleh Yohanes dalam bacaan Injil.

D.Relevansinya bagi hidup kita.
Masa Prapaskah ini adalah masa yang istimewa bagi kita untuk mengarahkan atau memfokuskan perhatian kita kepada Allah. 40 hari diberikan kepada kita, supaya kita eling betapa Allah itu mencintai hidup kita. Maka selama masa prapaskah ini ada jalan saib, Pengakuan dosa, Pertemuan APP, Pantang dan Puasa. Sudahkah kita menggunakan semua kesempatan ini untuk mengembangkan kesadaran akan cinta Allah dalam hidup kita. Atau Kita malah menyia-nyiakannya, tetap sibuk dengan kesenangan diri kita? Atau barangkali kita menunggu sampai Allah melempar kepala kita sehingga kita baru memalingkan wajah kita kepadaNya. Tuhan memberkati.

Romo Agus Ariestiyanto, MSF

1 komentar:

Anonim mengatakan...

Renungannya kok tidak ada kelanjutannya ?
Kami tunggu lho mo renungan selanjutnya.
Trima kasih